Happy Eid Mubarak 1432 H

Lebaran taun ini bakalan jadi lebaran terawkward selama 21 taun aku hidup nih. Hahaha, gimana ngga? Menurut kalender, diperkirakan Lebaran Idul Fitri 1432 H hari pertama jatuh di tanggal 30 Agustus 2011. Jadilah satu rumah heboh nyiapin segala macam properti lebaran di tanggal 29 Agustusnya. Mulai dari pagi udah grasak grusuk di dapur, nonstop hits, potong ini anu itu, cemplung-cemplungin, aduk-aduk, siapin ini itu, huah, pinggang berasa mau patah !
Akhirnya udah agak sorean, semua hampir beres, tinggal lontongnya doang yang masih belum mateng, in process, ini makanan banyak banget, udah kaya makanan buat party sekelurahan ! Ga heran pinggang kaya mo copot.
Sampe di sorenya, nonton tv sekalian nunggu buka puasa, dan itulah dia sodara-sodara sebangsa dan setanah air, ada Live sidang isbath buat nentuin kapan 1 Syawal 1432 H.
Ini dia cuplikan beritanya, cekidot:

(http://www.detiknews.com/read/2011/08/29/203951/1713347/10/pemerintah-tetapkan-1-syawal-1432-h-jatuh-pada-31-agustus)
Jakarta - Sidang itsbat Kementerian Agama telah usai. Pemerintah melalui Kemenag menetapkan 1 Syawal 1432 H jatuh pada Rabu 31 Agustus 2011.

Keputusan diambil setelah Menteri Agama Suryadharma Ali yang memimpin sidang mendengarkan 12 pandangan ormas Islam yang hadir dalam sidang yang digelar di Kementerian Agama, Jl Lapangan Banteng, Senin (29/8/2011).

"Bahwa 1 Syawal jatuh pada Rabu 31 Agustus 2011. Bisa disetujui?" tanya Suryadharma.
"Setuju," sambut mayoritas peserta sidang sembari bertepuk tangan. Suryadharma pun mengetuk palu tanda disetujuinya keputusan.

Suryadharma sebelumnya mempertimbangkan 4 intisari masukan 12 ormas yang telah disampaikan kepadanya. Intisari itu pertama, meminta agar kriteria disatukan, dan agar Kemenag lebih kuat lagi untuk memusyawarahkan kriteria penentuan Ramadan, Syawal dan Dzulhijjah.

Kedua, perbedaan penentuan Ramadan, Syawal dan Dzulhijjah masih berpeluang terjadi. Namun sebaiknya pengumuman dilakukan pada saat yang sama.

Ketiga, kesimpulan lain yang menjurus untuk diambil keputusan. Pemberi saran, laporan dari berbagai titik yang melakukan rukyah, dan memperhatikan fatwa dan pandangan majelis ulama menyetujui secara mayoritas, bahwa 1 syawal jatuh pada hari Rabu 31 Agustus 2011.

Keempat, dari Muhammadiyah yang menghargai dan menghormati pandangan Lebaran jatuh pada Rabu 31 Agustus. Namun, Muhammadiyah meminta izin untuk melaksanakan Lebaran esok hari, Selasa 30 Agustus 2011 dengan catatan saling menghormati perbedaan sehingga persatuan dan kesatuan umat dan bangsa tetap utuh.

Dengan demikian dari ormas-ormas yang hadir hanya Muhammadiyah yang menyatakan 1 Syawal jatuh pada Selasa 30 Agustus 2011.






Jadilah satu Indonesia heboh, apalagi di social media, keliatan banget, hahahaha. Dan yang dihebohkan tak lain dan tak bukan apalagi kalo bukan seputar ketupat lontong dan ceman-ceminnya.
mulai dari "gara-gara Hilal setitik, rusak rendang se-Indonesia (@kykyningrum)" sampe "Mam | Apaan? *sambil masak gulai* | Lebaran jadinya Rabu | APAAAH?!?!!? | kamera zoom in zoom out muka nyokap, gue, gulai. (@ferdiriva)"
Wahahaha, aku mah anteng aja, berhubung lagi ga puasa, jadi mo Lebaran Selasa atau Rabu ga masalah.
Mama juga udah menyilakan ketupat dan ceman-ceminnya buat dimakan duluan, double muhahahaha !

Timeline di twitter rame dengan tweet yang mengeluhkan lambatnya Pemerintah dalam menetapkan 1 Syawal 1432 H, ada yang ngeluh masakannya bakalan basi, suasana Lebaran yang jatohnya jadi hambar, ga geregetan lagi karna klimaksnya udah di tanggal 29 itu, jadi berasa antiklimaks aja begitu dapet kabar kalo tanggal 30nya masih harus puasa.
Sebenernya apa yang harus diributin? Toh kita masih diberi kesempatan buat tetep ngerasain yang namanya Lebaran kan? Masih tetep ada baju lebaran, makanan yang lengkap itu, kue-kue kering, dan what's wrong dengan puasa satu hari lagi? katanya sedih mau pisah sama Ramadhan, tapi begitu dapet kesempatan buat ngerasain Ramadhan satu hari lagi kok malah ngeluh?
Kita ga sadar kalo ternyata kita fokus Lebaran cuma dengan hal-hal yang sifatnya duniawi aja, kita kecewa karna udah bikin ketupat segala macem, eh lebaran diundur, semangat rasanya ilang, bla bla bla.
Hey, come on, semangat Lebaran bukan diukur dari seberapa banyak lauk yang terhidang, berapa banyak baju baru yang dipakai, kue kering apa saja yang kita punya, it's just not that dangkal, yah you know what I mean.
Dimana semangat lebaran yang bener-bener fitrah, kembali ke fitri, dimana kita saling bermaaf-maafan, merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berperang melawan hawa nafsu.

Just want to tell, ayolah, jangan sampe gara-gara masalah hari yang beda, Lebaran ini tidak berkesan lagi, kita ga tau apa kita bakalan bisa ngerasain lagi Lebaran di tahun depan atau tidak yakan? So, let's face this 1 Syawal 1432 H with big spirit, happy heart and full of joy :)

PS: Dan masalah broadcast message yang ada di BBM, hellooooo, kenapa sih harus meributkan masalah maaf-maafan yang terkesan ga tulus, ga afdol cuma gara-gara tulisannya warna ungu. Yang penting kan si pengirim udah ada niat tulus mengirimkan message berisikan permintaan maaf, itu cuma masalah kepraktisan aja. Dan yaa, aku yang memang lebih suka nge-BBM secara personal daripada lewat broadcast message ngerasa ga masalah dikirimin tulisan-tulisan permohonan maaf lahir bathin berwarna ungu tersebut, dan untuk menghargai si pengirim, aku bakalan ngebales BBMnya secara personal, beres, as simple as that :)
Bahkan kadang-kadang pembicaraan jadi melebar lebih dari sekedar mohon maaf lahir dan bathin aja, better, huh? :)

So, me want to say to you all :
HAPPY IED MUBARAK 1 SYAWAL 1432 H
Minal Aidin wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir dan Bathin


Rayakan Lebaran dengan penuh kehangatan:
- ketupat angetan
- rendang angetan
- opor angetan
indah dan bahagianya berbagi kehangatan
(Taufiq Akbar, BEM PE FE 2011)

hahaha, becanda ding. Happy Eid Mubarak all !! :)

Komentar

Postingan Populer