Lesson learned in CG class !

Di semester 4 ini anak akuntansi wajib mengambil satu mata kuliah pilihan. Mata kuliah pilihan yang diajukan itu ada 4, yaitu Akuntansi Syariah, Akuntansi Pemerintahan, Audit Internal dan Tata Kelola Perusahaan (Corporate Governance). Temen-temen akrabku pada milih Akuntansi Syariah. Aku yang dari awal udah kesengsem duluan sama yang namanya Corporate Governance mantap milih CG sebagai mata kuliah pilihan dengan konsekuensi terpisah dari temen-temen satu geng. Mau ga mau aku harus keluar dari zona aman, haha, ga apa, it's just another challenge and i'm not afraid at all. Aku milih kelas CG bu Purwatiningsih. Katanya sih ibunya baik, hehe, amin !

Dari sekelas, ada beberapa orang yang emang aku kenal, dan yang lainnya cuma kenal muka doang karna di semester lalu pernah ngambil kelas yang sama.
Tiba-tiba ada perempuan yang pake tongkat yang kakinya 4, didampingi sama bapak-bapak yang cukup berumur yang memegang tangan si ibu, hmm, pasti suaminya (dan emang bener itu suaminya, hihi) dan di tangan satunya lagi tersampir tas perempuan yang pasti adalah tas si ibu tersebut. Dalem ati aku ngomong, "ooo, ini yang namanya bu Ipung, kasian sekali, sakit-sakit harus tetap mengajar, pasti ibu ini baru-baru aja kena stroke".
Ibunya baik, hobi bercanda, dan ramah sekali. Dia sangat mencintai batik, katanya, dan terlihat juga dari baju yang ia kenakan, tasnya, dompetnya, semua dari batik, wow.

Melihat kondisinya yang kelihatan tidak begitu sehat, aku menduga ibu ini pasti baru-baru saja terkena stroke. Aku makin yakin ketika mendengarnya berbicara dengan suara yang tidak begitu jelas.

Tapi ternyata aku salah. Setelah berkenalan, membacakan silabus, contract dan rule selama di kelas, bu Ipung menampilkan beberapa foto-foto. Disitulah dia bercerita mengenai awal mula penyakitnya. Ternyata kejadiannya itu sudah lama sekali, 4 tahun yang lalu, wow !

Jadi 4 tahun yang lalu, ketika bu Ipung masih muda dan sehat, dia membawa rombongan ke Perancis (si ibu tamatan master dengan bidang studi Corporate Governance di Prancis), semuanya baik-baik saja, si ibu sehat sampai suatu malam dia tiba-tiba merasa tidak enak badan, seperti mau flu. Setelah meminum obat ternyata keadaan tidak kunjung membaik, ketika si ibu ingin pipis, dia ngeden sekuat tenaga tapi ga bisa pipis, dan disitu baru dia sadar ternyata badannya sudah lumpuh sampai ke pinggang. Gejalanya cepat sekali, sehingga akhirnya bu Ipung dibawa ambulance ke hospital di Paris.

Ternyata bu Ipung terkena penyakit yang namanya "sindroma guillain barre". Sampai akhirnya badan si ibu lumpuh sampai ke kepala, tetapi satu jari dan jempol masih bisa bergerak. Karena takut kelumpuhan juga akan menyerang paru-paru, bu Ipung harus menggunakan alat bantu pernapasan yang dihubungkan langsung ke tenggorokan. Di foto-foto yang ditunjukkan terlihat si ibu yang dihubungkan dengan berbagai macam selang :(

Alhamdulillah, si ibu masih diberi umur panjang, sehingga berangsur membaik, walaupun harus terapi dan belajar berbicara dari awal lagi karena lidah yang ikut kaku tidak pernah digerakkan ketika ia koma selama tiga bulan.

Yang membuat aku salut adalah semangat si ibu. Dengan kondisinya yang tidak begitu sehat, ia tetap bersemangat mengajar, menceritakan pengalamannya, mendorong kami untuk juga ikutan bersemangat karena dosennya aja udah semangat, masa mahasiswanya ngga. Di salah satu foto yang ia tampilkan ada fotonya bersama para mahasiswa, dan disitu ia masih menggunakan kursi roda yang ia sebut "ketika saya masih menggunakan odong-odong", hahaha.

Bagi aku, mendengar cerita bu Ipung malam itu rasanya so wow ! Kenapa? karena dengan kondisi badan yang tidak begitu sehat, bu Ipung tetap bersemangat, bukan lantas pensiun dan beristirahat di rumah, ia malah sibuk mengajar kesana kemari bahkan masih tetap bekerja di kantornya di daerah Kuningan. Ia juga mengajar dua kelas semester ini, satu di Depok dan satu di Salemba. Selama di kelas ia juga tidak membosankan, malah bersemangat sekali, tertawa, tidak hanya duduk diam di kursi, ia menciptakan kelas dengan suasana yang fun sekali.

Ah, rasanya tersentil sekali kalau melihat semangat si ibu. Aku merasa selama ini aku terlalu manja, karena kalo ngerasa ga enak badan atau flu, pusing atau demam yang sedikit saja sudah mengeluh dan menjadikan itu excuse untuk tidak melakukan aktivitas-aktivitas seperti belajar, kuliah, dan lain-lain, mood pun ikut-ikutan merosot.
Kondisi yang seperti itu masih belum ada apa-apanya dibandingkan dengan kondisi bu Ipung. Aku yang masih muda dan masih sehat tentu ga boleh kalah dong semangatnya.

Sekali lagi hari baru dapet pelajaran baru. Semoga selalu mendapat jalan untuk senantiasa memperbaiki diri.
Karna itu setiap hari harus SEMANGAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAT !!!

Komentar

Postingan Populer