Pilihan


Ruang kelas itu hampir penuh. Dengan seorang dosen yang berdiri di depan kelas, dan mahasiswa-mahasiswa yang duduk mendengarkan sang dosen berbicara.
Bila dilihat dengan mata awam, semua yang sedang duduk mendengarkan penjelasan dari dosen itu adalah mahasiswa. Padahal ada diantara mereka yang bukan hanya seorang mahasiswa. Dia seorang yang mempunyai status sebagai seorang suami, kepala keluarga, seorang imam di dalam rumah tangganya dan mungkin juga seorang ayah.
Tiba-tiba sang dosen memanggil nama si lelaki tersebut untuk maju ke depan kelas dan menuliskan orang-orang yang disayanginya di papan tulis.
Mulailah ia menuliskan orang-orang yang menurutnya adalah orang yang ia sayangi di muka bumi ini. Dia menuliskan orangtua, istri dan anak.
Lalu sang dosen berkata, “jika anda hanya bisa menyelamatkan dua dari daftar orang yang anda sayangi berikut ini, siapa yang akan anda coret?”
Lalu lelaki tersebut mencoret orangtua.
Kemudian, sang dosen berkata kembali, “anda diharuskan memilih lagi diantara dua  nama tersebut, siapa yang akan anda coret?”
Lalu lelaki tersebut mencoret anak.
Orang-orang mulai merasa heran dengan pilihannya yang berbeda dengan apa yang akan dipilih orang lain pada umumnya.
Lalu lelaki tersebut mulai menjelaskan alasannya, “karena bagi saya orangtua dan anak itu adalah anugerah yang telah diberikan Tuhan kepada saya, sedangkan istri adalah satu-satunya orang yang telah saya pilih sendiri untuk masuk dalam kehidupan saya, itu sebabnya saya memilih istri dibandingkan orangtua dan anak”.
Seisi kelas pun takjub sekaligus kagum mendengar jawaban lelaki tersebut. Mereka tersenyum dan mengangguk-anggukkan kepala.

(cerita dari seorang teman, berawal dari kekaguman saya kepada dosen pembimbing dan suaminya yang terlihat sangat kompak, cocok dan romantis sekali, semoga mereka menjadi pasangan abadi dunia akhirat)

Komentar

Postingan Populer