Bercuti dengan Keluarga di Kuching
Hai, halo ! Apa kabar?
*tiup tiup blog yang berdebu*
Gini nih nasib jadi buruh kapitalis, ga punya banyak waktu lagi buat nulis-nulis, curhat-curhat, posting-posting. Selain karena kegiatan yang cenderung monoton, sekarang rasanya kalau weekend males mantengin yang namanya komputer lagi, bikin sakit mata, hehe :p
Sekarang aku mau berbagi pengalaman merayakan lebaran di tahun 2013 ini. Kalo diliat lagi, udah tiga kali aku posting tentang lebaran disini, berarti blog ini umurnya udah lumayan juga yaa, hemm, tapi isinya masih dikit, ya maap :(
Tahun ini, kita sekeluarga lagi-lagi merayakan lebaran di Pontianak. Bedanya, lebaran tahun ini, kita pengen ngerasain suasana lebaran di negara tetangga. Kayak apa sih perayaan lebaran di negeri orang? Apa iya disitu juga ada rendang? hahaha, maklum, satu keluarga kepo semua. Kebetulan wilayah Malaysia yaitu Sarawak letaknya satu pulau dengan Pontianak, pulau Borneo/Kalimantan. Jadilah kita sekeluarga memutuskan untuk cuss ke Kuching, Sarawak di lebaran hari ke-2.
Dari Pontianak ke Kuching, Sarawak ga terlalu jauh, sekitar 8 jam kalau perjalanan darat, dan bus yang ke Kuching dari Pontianak juga banyak, ada Damri, Bus Asia, dsb, dengan harga tiket IDR 200,000,-. Mereka biasanya buka dua kali keberangkatan, pagi dan malam. Kalau yang mau lewat jalan udara juga bisa, ada pesawat dari Pontianak menuju Kuching, dengan harga tiket sekitar IDR 600,000,-an.
Kita sekeluarga berangkat pagi-pagi sekitar jam 7, makan siang jam 2 di Tebedu, ga lama dari Tebedu, kita nyampe di Entikong untuk cap paspor dan pemeriksaan keimigrasian. Dan akhirnya kita resmi nyampe di Kuching jam 4 sore (di Malaysia udah jam 5 karena Indonesia dan Malaysia ada perbedaaan waktu 1 jam).
Terminal pemberhentian bis di Kuching yang sekarang baru, berbentuk seperti pusat perbelanjaan (yah bisa dibilang agak mirip mall lah). Dari situ sudah ada pool taksi. Dari terminal bis ke penginapan, ongkos taksinya 30 RM (saat ini 1 RM = sekitar 3200an rupiah)
Kita memutuskan menginap di River Majestic Kuching, letaknya cukup strategis, di dekat Waterfront, tengah-tengah kota sehingga terjangkau untuk jalan kemana saja. Ohiya, hotel ini juga pas di depan monumen Kuching, jadi bisa puas foto-foto :p
Untuk penginapan, bisa langsung check in di tempat, atau beli voucher hotelnya terlebih dahulu di Pontianak. Biasanya di tempat penjualan tiket bis, juga sekalian untuk tempat penjualan voucher hotel. Ratenya untuk 1 malam yaitu sekitar 600-700an ribu rupiah. Ukuran kamar untuk 2 orang. Free breakfast untuk 2 orang. Ada juga hotel berbintang sama dengan fasilitas yang sama dengan Riverside Majestic, yaitu Hotel Grand Margherita Kuching, dan jeng jeng ! letaknya pas di seberang Riverside. Kabarnya sih pemiliknya sama.
Untuk para piknikus yang berbudget ransel, bisa juga menjatuhkan pilihannya ke hostel-hostel/inn di dekat Waterfront. Pilihannya ada buaaaaanyak dengan harga yang jauh lebih terjangkau (sekitar 200an ribu rupiah/malam). Kekurangannya adalah biasanya ga dapet breakfast dan ga ada lift, jadi harus rada olahraga sedikit, hehe.
Di postingan ini mungkin aku bakalan sedikit menyediakan foto-foto karna aku mau membiarkan imajinasi kalian-kalian yang bekerja, dan sekaligus untuk mengasah kemampuan menulisku juga, udah mampu belum menghasut orang-orang lewat tulisan, hahaha !
Hari pertama:
Berhubung nyampe di Kuching juga udah sore, jadi ga bisa kemana-mana dulu. Akhirnya pilihan jatuh untuk, yak, ngemall.
Ga apalah, aku yang biasanya paling males ngemall, kali ini bisa sedikit maklum, pengen liat juga kayak apa sih mall di luar negeri. Di Kuching ada banyak mall (bahkan di Riverside pun ada mallnya --"), yang aku tau ada Riverside Shopping Centre, Sarawak Plaza (ini amat sangat deket juga dengan Riverside, tinggal nyebrang doang, jalan dikit), Merdeka Palace, dan The Spring. Pilihan jatuh ke The Spring. Naik taksi dari Riverside sekitar 15 RM (dan taksi disini amat sangat patuh pada peraturan ya, penumpang maksimal cuma boleh empat orang, satu di depan dan tiga di belakang, dia ga bakalan mau jalan kalo penumpangnya lebih dari empat, eventhough badan penumpang yang naik kecil-kecil sekalipun). Dan taksi disini ga ada yang pake argo dong, jadi supirnya udah nentuin tarif di awal, ohiya, mobil yang dijadiin taksi disini juga mobil-mobil keluaran tahun lama, ehm.
Yang aku suka dari kota ini adalaaaaaaaaaaaaah, ga ada suara klakson ! ah indahnya dunia :')
Usut punya usut ternyata ada peraturan untuk tidak membunyikan klakson, kecuali dalam keadaan darurat.
Lah, di Jakarta, diserempet angin aja pengemudi kendaraan bermotor udah ngelakson-ngelakson, ditambah cacian-makian para kernet angkutan atau supir kopaja, sigh. Asik ya kotanya, coba deh bayangkan, bayangkan ! Jakarta tanpa klakson, pasti nyeessss, adem.
At all, mallnya sama dengan mall-mall di Indonesia, boutique-bouetiquenya juga sama. Pemandangan yang unik itu adalah dimana semua perempuan berbaju kurung dan laki-lakinya berbaju teluk belanga. Dengan model sama tapi coraknya bermacam-macam. Lucu banget >.<
Disini, begitu cara mereka merayakan lebaran. Ga kaya kita yang begitu nyampe rumah langsung copot baju kokonya, copot gamisnya, dan jreng ! berubah ! dengan jeans, kaos, dan baju-baju baru lainnya.
Di The Spring kita makan (menunya rata-rata sama dengan di Indonesia). Pengennya sih kulineran makanan khas sini, tapi aku ga nemu food stall yang jual nasi briyani, akhirnya pilihan jatuh ke cumi panggang ala Portugis (dan, hei, yang jualan orang Sukabumi lho!).
Muter-muter mall bentar, belanja, terus back to hotel.
Hari kedua:
Hari ini kita nyewa van buat jalan-jalan seharian, yaah namanya juga yang pergi udah kayak rombongan haji, bakalan susah kalo ngandelin taksi atau kendaraan umum. Nyewa van buat jalan-jalan seharian lebih kurang 300 RM (udah plus supir) dan kita bisa kemana aja kita mau. Ukuran van-nya yah semacam Cipaganti lebih kecil dikit gitu lah.
Tujuan pertama adalah nyari sarapan. Karena dari kemaren ngidam makan nasi briyani, akhirnya kita makan di Buhari Cafe Sdn Bhd. Yang jualan semuanya acha-acha pahe pahe, hahaha. Menunya ada macem-macem, mulai dari nasi briyani kambing, ayam, teh tarik, teh o, dsb. Pilihanku jatuh ke nasi briyani ayam sekitar 8 RM dan teh tarik seharga 4 RM. Porsinya aduhai banyaknya, dan ga ditata lagi, disendok langsung dari gunungan nasi briyani di panci gede, terus dikasih potongan ayam yang ga kalah gedenya. Dan teh tariknya enak ^^
Kenyang makan kita meluncur ke tempat berikutnya, yaitu Blok Menara. Blok Menara ini semacam gedung tinggi di Sarawak. Fungsinya macem-macem, lantai 2 itu restoran, lantai lainnya ada yang jadi ruang meeting, wedding hall, dsb. Yang menarik itu adalah lantai 3 nya, yang berupa balkon raksasa dan dari situ kita bisa ngeliat pemandangan kota Sarawak dari ketinggian.
Selanjutnya, kita mau ke Museum dan Istana, tapi sayangnya karena masih lebaran hari ke-3, tempat-tempat tersebut masih tutup :(
Cuss ke Dewan Tun Abdul Razak, disini musium sejarah Sarawak, masuknya gretong, ahahai.
Di dalemnya ada macem-macem, tentang sejarah Sarawak, kebudayaan-kebudayaan yang ada di Sarawak (Melayu, Cina, dan beberapa Portugis maybe), guci-guci antik, mata uang yang pernah dikeluarkan, alat-alat dari ritual yang digunakan di Sarawak di jaman dahulu kala.
Dari Dewan Tun Abdul Razak, kita nyebrang jalan dan masuk ke Muzium Etnologi (disini masuknya juga gretong !). Di muzium ini dipamerkan hewan-hewan awetan, bahkan ada rangka ikan paus yang terdampar di tahun 1912 ! Gede biyanget ! Mungkin lima aku muat kali ya dalem perutnya.
Ada juga gumpalan rambut dan jam tangan yang ditemukan di dalam perut buaya gede yang dulu bikin Sarawak heboh karena memakan manusia.
Ga cuma hewan awetan, ada juga mesin-mesin jadul seperti mesin jahit, mesin tik, dan mesin pemotong kertas kuno yang dipamerkan.
Di lantai 2 khusus untuk memamerkan rumah panjang Sarawak. Ruangan tersebut di setting menyerupai keadaan di dalam rumah panjang (kamar tidur, ruang tamu, dapur, tungku, semuanya lengkap), lengkap dengan rekaman suara-suara anjing dan burung yang diputar, tengkorak-tengkorak kepala manusia yang digantung di langit-langitnya dan tulisan-tulisan keterangan mengenai perkakas yang ada di dalam situ. Massive ! Wajib liat pokonya, karena kita seperti benar-benar berada di dalam rumah panjang tempo doeloe.
Di sudut tertentu satu spot yang memutar film dokumenter mengenai bermacam-macam rumah panjang di Sarawak di layar gede dengan jejeran kursi depannya, yaah seperti mini bioskop lah. I'm so amaze with that. Muziumnya dikemas dengan cantik dan menarik sekali.
Ada beberapa muzium lagi di dekat situ seperti Muzium Sejarah Semula Jadi (masuknya dikenai tarif 1 RM) yang memamerkan gelondongan kayu dan ada juga Muzium Seni (sayangnya muzium ini tutup).
Puas belajar sejarah, saatnya butuh udara segar dan kita melaju ke Damai Beach. Jaraknya lumayan jauh dari kota. Pantainya cantik, pasirnya putih, tetapi tidak seperti private beach karena di dekat situ banyak restoran dan ada food court juga.
Kalau tidak mau ke pantai, di depan pintu masuk pantai ada sejenis Kampung Budaya, yang memamerkan budaya Sarawak, mulai dari replika rumah panjang, tari-tarian adat melayu dan dayak, dan pertunjukan alat-alat musiknya. Masuk ke kampung budaya ini sekitar 30 RM/orang.
Puas foto-foto, kita meluncur pulang, udah sore dan hujan juga.
Malemnya kita dinner di Taman Kereta jalan kaki. Karena jaraknya deket banget dengan hotel. Disini tempat makan yang terkenal dengan seafoodnya yang segar dan enak-enak dan kita bisa pilih sendiri ikan, cumi, lobster, udang, kepiting, apapapun yang mau dimakan. Dan malam itu ramainya luar biasa sampe-sampe harus antri tempat duduk.
Settingan tempat duduknya menarik, jadi meja bulat besar yang muat untuk 5-8 orang, dan tengahnya bisa diputer, seperti di restoran-restoran China. Makan puas dan kenyang disini dengan berbagai macam pilihan lauk relatif murah, cuma 20 RM/orang.
Rekomendasi makanan enaknya itu ada sup jagung, ikan kukus, udang goreng mentega dan sapo tahunya nyam-nyam.
Hari ketiga:
Pulang, hiks. Nyesel ga ambil cuti panjang. Sebenernya masih banyak lagi tempat yang bisa dijelajahin. Aku belum ke Indian Street (sepanjang jalan jual macem-macem pernak-pernik lucu yang bisa dijadiin souvenir), Waterfront (udah jalan kesini malem-malem, biasanya di sepanjang jembatan pinggir sungainya ada banyak food stall, tapi berhubung lagi lebaran, semuanya tutup), taman anggrek (aku suka mawar, bukan anggrek, jadi no problemo), dan masih banyak lagi tempat-tempat menarik.
Ohiya, note dari beberapa orang, sayang aku datengnya bukan pas hari Kemerdekaan, karena katanya untuk merayakan hari Kemerdekaan semua toko disana diskon gila-gilaan, hiks.
That's all my super duper late post from Kuching, see ya on the next post, bye !
*tiup tiup blog yang berdebu*
Gini nih nasib jadi buruh kapitalis, ga punya banyak waktu lagi buat nulis-nulis, curhat-curhat, posting-posting. Selain karena kegiatan yang cenderung monoton, sekarang rasanya kalau weekend males mantengin yang namanya komputer lagi, bikin sakit mata, hehe :p
Sekarang aku mau berbagi pengalaman merayakan lebaran di tahun 2013 ini. Kalo diliat lagi, udah tiga kali aku posting tentang lebaran disini, berarti blog ini umurnya udah lumayan juga yaa, hemm, tapi isinya masih dikit, ya maap :(
Tahun ini, kita sekeluarga lagi-lagi merayakan lebaran di Pontianak. Bedanya, lebaran tahun ini, kita pengen ngerasain suasana lebaran di negara tetangga. Kayak apa sih perayaan lebaran di negeri orang? Apa iya disitu juga ada rendang? hahaha, maklum, satu keluarga kepo semua. Kebetulan wilayah Malaysia yaitu Sarawak letaknya satu pulau dengan Pontianak, pulau Borneo/Kalimantan. Jadilah kita sekeluarga memutuskan untuk cuss ke Kuching, Sarawak di lebaran hari ke-2.
Dari Pontianak ke Kuching, Sarawak ga terlalu jauh, sekitar 8 jam kalau perjalanan darat, dan bus yang ke Kuching dari Pontianak juga banyak, ada Damri, Bus Asia, dsb, dengan harga tiket IDR 200,000,-. Mereka biasanya buka dua kali keberangkatan, pagi dan malam. Kalau yang mau lewat jalan udara juga bisa, ada pesawat dari Pontianak menuju Kuching, dengan harga tiket sekitar IDR 600,000,-an.
Kita sekeluarga berangkat pagi-pagi sekitar jam 7, makan siang jam 2 di Tebedu, ga lama dari Tebedu, kita nyampe di Entikong untuk cap paspor dan pemeriksaan keimigrasian. Dan akhirnya kita resmi nyampe di Kuching jam 4 sore (di Malaysia udah jam 5 karena Indonesia dan Malaysia ada perbedaaan waktu 1 jam).
Terminal pemberhentian bis di Kuching yang sekarang baru, berbentuk seperti pusat perbelanjaan (yah bisa dibilang agak mirip mall lah). Dari situ sudah ada pool taksi. Dari terminal bis ke penginapan, ongkos taksinya 30 RM (saat ini 1 RM = sekitar 3200an rupiah)
Kita memutuskan menginap di River Majestic Kuching, letaknya cukup strategis, di dekat Waterfront, tengah-tengah kota sehingga terjangkau untuk jalan kemana saja. Ohiya, hotel ini juga pas di depan monumen Kuching, jadi bisa puas foto-foto :p
Untuk penginapan, bisa langsung check in di tempat, atau beli voucher hotelnya terlebih dahulu di Pontianak. Biasanya di tempat penjualan tiket bis, juga sekalian untuk tempat penjualan voucher hotel. Ratenya untuk 1 malam yaitu sekitar 600-700an ribu rupiah. Ukuran kamar untuk 2 orang. Free breakfast untuk 2 orang. Ada juga hotel berbintang sama dengan fasilitas yang sama dengan Riverside Majestic, yaitu Hotel Grand Margherita Kuching, dan jeng jeng ! letaknya pas di seberang Riverside. Kabarnya sih pemiliknya sama.
Untuk para piknikus yang berbudget ransel, bisa juga menjatuhkan pilihannya ke hostel-hostel/inn di dekat Waterfront. Pilihannya ada buaaaaanyak dengan harga yang jauh lebih terjangkau (sekitar 200an ribu rupiah/malam). Kekurangannya adalah biasanya ga dapet breakfast dan ga ada lift, jadi harus rada olahraga sedikit, hehe.
Di postingan ini mungkin aku bakalan sedikit menyediakan foto-foto karna aku mau membiarkan imajinasi kalian-kalian yang bekerja, dan sekaligus untuk mengasah kemampuan menulisku juga, udah mampu belum menghasut orang-orang lewat tulisan, hahaha !
Hari pertama:
Berhubung nyampe di Kuching juga udah sore, jadi ga bisa kemana-mana dulu. Akhirnya pilihan jatuh untuk, yak, ngemall.
Ga apalah, aku yang biasanya paling males ngemall, kali ini bisa sedikit maklum, pengen liat juga kayak apa sih mall di luar negeri. Di Kuching ada banyak mall (bahkan di Riverside pun ada mallnya --"), yang aku tau ada Riverside Shopping Centre, Sarawak Plaza (ini amat sangat deket juga dengan Riverside, tinggal nyebrang doang, jalan dikit), Merdeka Palace, dan The Spring. Pilihan jatuh ke The Spring. Naik taksi dari Riverside sekitar 15 RM (dan taksi disini amat sangat patuh pada peraturan ya, penumpang maksimal cuma boleh empat orang, satu di depan dan tiga di belakang, dia ga bakalan mau jalan kalo penumpangnya lebih dari empat, eventhough badan penumpang yang naik kecil-kecil sekalipun). Dan taksi disini ga ada yang pake argo dong, jadi supirnya udah nentuin tarif di awal, ohiya, mobil yang dijadiin taksi disini juga mobil-mobil keluaran tahun lama, ehm.
Yang aku suka dari kota ini adalaaaaaaaaaaaaah, ga ada suara klakson ! ah indahnya dunia :')
Usut punya usut ternyata ada peraturan untuk tidak membunyikan klakson, kecuali dalam keadaan darurat.
Lah, di Jakarta, diserempet angin aja pengemudi kendaraan bermotor udah ngelakson-ngelakson, ditambah cacian-makian para kernet angkutan atau supir kopaja, sigh. Asik ya kotanya, coba deh bayangkan, bayangkan ! Jakarta tanpa klakson, pasti nyeessss, adem.
At all, mallnya sama dengan mall-mall di Indonesia, boutique-bouetiquenya juga sama. Pemandangan yang unik itu adalah dimana semua perempuan berbaju kurung dan laki-lakinya berbaju teluk belanga. Dengan model sama tapi coraknya bermacam-macam. Lucu banget >.<
Disini, begitu cara mereka merayakan lebaran. Ga kaya kita yang begitu nyampe rumah langsung copot baju kokonya, copot gamisnya, dan jreng ! berubah ! dengan jeans, kaos, dan baju-baju baru lainnya.
Di The Spring kita makan (menunya rata-rata sama dengan di Indonesia). Pengennya sih kulineran makanan khas sini, tapi aku ga nemu food stall yang jual nasi briyani, akhirnya pilihan jatuh ke cumi panggang ala Portugis (dan, hei, yang jualan orang Sukabumi lho!).
Muter-muter mall bentar, belanja, terus back to hotel.
Hari kedua:
Hari ini kita nyewa van buat jalan-jalan seharian, yaah namanya juga yang pergi udah kayak rombongan haji, bakalan susah kalo ngandelin taksi atau kendaraan umum. Nyewa van buat jalan-jalan seharian lebih kurang 300 RM (udah plus supir) dan kita bisa kemana aja kita mau. Ukuran van-nya yah semacam Cipaganti lebih kecil dikit gitu lah.
Tujuan pertama adalah nyari sarapan. Karena dari kemaren ngidam makan nasi briyani, akhirnya kita makan di Buhari Cafe Sdn Bhd. Yang jualan semuanya acha-acha pahe pahe, hahaha. Menunya ada macem-macem, mulai dari nasi briyani kambing, ayam, teh tarik, teh o, dsb. Pilihanku jatuh ke nasi briyani ayam sekitar 8 RM dan teh tarik seharga 4 RM. Porsinya aduhai banyaknya, dan ga ditata lagi, disendok langsung dari gunungan nasi briyani di panci gede, terus dikasih potongan ayam yang ga kalah gedenya. Dan teh tariknya enak ^^
Kenyang makan kita meluncur ke tempat berikutnya, yaitu Blok Menara. Blok Menara ini semacam gedung tinggi di Sarawak. Fungsinya macem-macem, lantai 2 itu restoran, lantai lainnya ada yang jadi ruang meeting, wedding hall, dsb. Yang menarik itu adalah lantai 3 nya, yang berupa balkon raksasa dan dari situ kita bisa ngeliat pemandangan kota Sarawak dari ketinggian.
Selanjutnya, kita mau ke Museum dan Istana, tapi sayangnya karena masih lebaran hari ke-3, tempat-tempat tersebut masih tutup :(
Cuss ke Dewan Tun Abdul Razak, disini musium sejarah Sarawak, masuknya gretong, ahahai.
Di dalemnya ada macem-macem, tentang sejarah Sarawak, kebudayaan-kebudayaan yang ada di Sarawak (Melayu, Cina, dan beberapa Portugis maybe), guci-guci antik, mata uang yang pernah dikeluarkan, alat-alat dari ritual yang digunakan di Sarawak di jaman dahulu kala.
Dari Dewan Tun Abdul Razak, kita nyebrang jalan dan masuk ke Muzium Etnologi (disini masuknya juga gretong !). Di muzium ini dipamerkan hewan-hewan awetan, bahkan ada rangka ikan paus yang terdampar di tahun 1912 ! Gede biyanget ! Mungkin lima aku muat kali ya dalem perutnya.
Ada juga gumpalan rambut dan jam tangan yang ditemukan di dalam perut buaya gede yang dulu bikin Sarawak heboh karena memakan manusia.
Ga cuma hewan awetan, ada juga mesin-mesin jadul seperti mesin jahit, mesin tik, dan mesin pemotong kertas kuno yang dipamerkan.
Di lantai 2 khusus untuk memamerkan rumah panjang Sarawak. Ruangan tersebut di setting menyerupai keadaan di dalam rumah panjang (kamar tidur, ruang tamu, dapur, tungku, semuanya lengkap), lengkap dengan rekaman suara-suara anjing dan burung yang diputar, tengkorak-tengkorak kepala manusia yang digantung di langit-langitnya dan tulisan-tulisan keterangan mengenai perkakas yang ada di dalam situ. Massive ! Wajib liat pokonya, karena kita seperti benar-benar berada di dalam rumah panjang tempo doeloe.
Di sudut tertentu satu spot yang memutar film dokumenter mengenai bermacam-macam rumah panjang di Sarawak di layar gede dengan jejeran kursi depannya, yaah seperti mini bioskop lah. I'm so amaze with that. Muziumnya dikemas dengan cantik dan menarik sekali.
Ada beberapa muzium lagi di dekat situ seperti Muzium Sejarah Semula Jadi (masuknya dikenai tarif 1 RM) yang memamerkan gelondongan kayu dan ada juga Muzium Seni (sayangnya muzium ini tutup).
Puas belajar sejarah, saatnya butuh udara segar dan kita melaju ke Damai Beach. Jaraknya lumayan jauh dari kota. Pantainya cantik, pasirnya putih, tetapi tidak seperti private beach karena di dekat situ banyak restoran dan ada food court juga.
Kalau tidak mau ke pantai, di depan pintu masuk pantai ada sejenis Kampung Budaya, yang memamerkan budaya Sarawak, mulai dari replika rumah panjang, tari-tarian adat melayu dan dayak, dan pertunjukan alat-alat musiknya. Masuk ke kampung budaya ini sekitar 30 RM/orang.
Puas foto-foto, kita meluncur pulang, udah sore dan hujan juga.
Malemnya kita dinner di Taman Kereta jalan kaki. Karena jaraknya deket banget dengan hotel. Disini tempat makan yang terkenal dengan seafoodnya yang segar dan enak-enak dan kita bisa pilih sendiri ikan, cumi, lobster, udang, kepiting, apapapun yang mau dimakan. Dan malam itu ramainya luar biasa sampe-sampe harus antri tempat duduk.
Settingan tempat duduknya menarik, jadi meja bulat besar yang muat untuk 5-8 orang, dan tengahnya bisa diputer, seperti di restoran-restoran China. Makan puas dan kenyang disini dengan berbagai macam pilihan lauk relatif murah, cuma 20 RM/orang.
Rekomendasi makanan enaknya itu ada sup jagung, ikan kukus, udang goreng mentega dan sapo tahunya nyam-nyam.
Hari ketiga:
Pulang, hiks. Nyesel ga ambil cuti panjang. Sebenernya masih banyak lagi tempat yang bisa dijelajahin. Aku belum ke Indian Street (sepanjang jalan jual macem-macem pernak-pernik lucu yang bisa dijadiin souvenir), Waterfront (udah jalan kesini malem-malem, biasanya di sepanjang jembatan pinggir sungainya ada banyak food stall, tapi berhubung lagi lebaran, semuanya tutup), taman anggrek (aku suka mawar, bukan anggrek, jadi no problemo), dan masih banyak lagi tempat-tempat menarik.
Ohiya, note dari beberapa orang, sayang aku datengnya bukan pas hari Kemerdekaan, karena katanya untuk merayakan hari Kemerdekaan semua toko disana diskon gila-gilaan, hiks.
That's all my super duper late post from Kuching, see ya on the next post, bye !


Komentar
bermain togel hbg mbah WOWO di nmr
(_0853_2888_0180_) jika ingin mengubah nasib
seperti kami sudah 3 x terbukti trim’s roo,mx
sobat
jika anda ingin merasakan kemenangan di dalam
bermain togel hbg mbah WOWO di nmr
(_0853_2888_0180_) jika ingin mengubah nasib
seperti kami sudah 3 x terbukti trim’s roo,mx
sobat
KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.الالله صلى الله عليه وسلموعليكوتهله صلى الل
KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.الالله صلى الله عليه وسلموعليكوتهله صلى الل